SMPN 3 Mentok Perkuat Edukasi Pencegahan Perundungan dan Narkoba



SMP Negeri 3 Mentok gelar workshop pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba, Rabu (16/9).

Disdikpora — SMP Negeri 3 Mentok menggelar workshop pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba, Rabu (16/9/2026). Kegiatan berlangsung di ruang kelas VII.A dan VII.B dan diikuti sekitar 100 siswa kelas VII, VIII, dan IX, serta guru dan tenaga kependidikan.

Workshop dimulai pukul 08.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu Andarie Noer Aulia, S.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Muharam, S.Pd., serta sambutan Kepala SMP Negeri 3 Mentok, Defi Nofalia, S.Pd.

Dalam sambutannya, Defi mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dari awal hingga akhir. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menambah pemahaman siswa mengenai perundungan dan bahaya penyalahgunaan narkoba.


Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikpora Bangka Barat, Siemens Siloys, S.T., hadir mewakili Kepala Disdikpora Bangka Barat sekaligus membuka kegiatan. Pada sesi pertama, Siemens menyampaikan materi mengenai kebijakan Disdikpora Bangka Barat serta pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Materi yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB tersebut membahas berbagai bentuk perundungan dan langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi perundungan di sekolah. Siswa diarahkan untuk melaporkan kejadian kepada pihak sekolah terlebih dahulu melalui mekanisme yang berlaku.

Materi berikutnya disampaikan Karina bersama tiga rekannya dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat pada pukul 10.30–11.30 WIB. Peserta mendapat penjelasan mengenai perundungan sebagai perilaku yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti, menindas, atau merendahkan orang lain secara berulang, terutama dalam kondisi ketidakseimbangan kekuasaan.


Dijelaskan pula bahwa perundungan dapat berdampak pada kondisi korban, antara lain menurunkan rasa percaya diri, memicu stres dan kecemasan, serta membuat korban menarik diri dari lingkungan sosial.

Sesi terakhir diisi Kasat Narkoba Bangka Barat, Chiko Nathan pada pukul 11.30–12.30 WIB. Materi membahas pengertian narkoba, bahaya penyalahgunaannya, serta dampak yang dapat ditimbulkan, seperti kerusakan otak, ketergantungan, gangguan mental, dan menurunnya kualitas hidup.

Workshop ini diarahkan untuk membangun kesadaran bersama di lingkungan sekolah agar perundungan, baik secara fisik maupun verbal, dapat dicegah sejak dini. Edukasi tentang narkoba juga diharapkan membantu siswa memahami risikonya dan menjaga diri dari penyalahgunaan.

Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 3 Mentok mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.