SMP IT NU Ta’limul Muta’allim Perkuat Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Numerasi



SMP IT NU Ta’limul Muta’allim Jebus Bangka Barat gelar kegiatan “Peningkatan Kompetensi Guru Untuk Memperkuat Numerasi, Jum’at (09/10).

Disdikpora — SMP IT NU Ta’limul Muta’allim menggelar workshop peningkatan kompetensi guru untuk memperkuat numerasi, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA sekolah tersebut diikuti sejumlah guru dari lembaga di bawah Yayasan Ta’limul Muta’allim.

Workshop ini menekankan bahwa numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung atau mata pelajaran matematika. Numerasi merupakan kemampuan menggunakan angka, simbol, dan penalaran matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Yayasan Ta’limul Muta’allim dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih hangat, peduli terhadap kebutuhan siswa, dan relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi.


Kepala SMP IT NU Ta’limul Muta’allim, **Sri Suharti, M.Pd.**, juga mengingatkan pentingnya kepekaan guru terhadap kondisi dan kemampuan setiap siswa. Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan siswa menjadi salah satu faktor penting agar proses pembelajaran berlangsung optimal.

Hal tersebut berkaitan dengan hasil Rapor Pendidikan sekolah yang menunjukkan capaian numerasi masih berada pada kategori kurang atau sedang. Kondisi ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam membangun kemampuan siswa untuk bernalar dan menggunakan informasi kuantitatif.

Sebagai narasumber, **Henky Wibawa, M.Pd.**, menjelaskan bahwa penguatan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru matematika, melainkan seluruh guru lintas mata pelajaran. Kemampuan numerasi perlu diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran agar siswa terbiasa menggunakan penalaran dalam memahami dan menyelesaikan persoalan.

Henky juga menyoroti masih adanya siswa tingkat SMP yang belum menguasai perkalian. Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons dengan pendekatan pembelajaran yang beragam agar siswa lebih mudah memahami keterampilan berhitung dasar.


Ia mendorong para guru untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan mandiri, video inspirasi di Ruang GTK, diskusi dalam komunitas belajar (Kombel), serta pelatihan dan webinar. Evaluasi terhadap pola pembelajaran juga diperlukan agar metode yang digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Dalam sesi praktik, para guru bersama-sama menelaah Rapor Pendidikan untuk memahami indikator numerasi, meliputi domain bilangan, aljabar, geometri, serta data dan ketidakpastian. Peserta juga diajak menganalisis soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk mengenali tingkat kemampuan siswa, mulai dari perlu intervensi, dasar, cakap, hingga mahir.

Hasil pembahasan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan guru dalam menyusun tugas dan aktivitas pembelajaran yang melatih penalaran numerasi siswa.

Melalui workshop ini, sekolah berharap para guru semakin terampil dalam mengembangkan pembelajaran numerasi. Penguatan tersebut diharapkan membantu siswa lebih kritis, mampu memahami soal cerita dan data, serta tidak kesulitan ketika berhadapan dengan persoalan yang membutuhkan penalaran matematika.