Rembuk Pelajar Bangka Barat 2026, Himpun Aspirasi Siswa untuk Pembangunan Daerah



Aksi Program Komunitas Literasi dalam Rembuk Pelajar Bangka Barat 2026 bertempat di Perpusda Babar.

Disdikpora — Program Rembuk Pelajar Bangka Barat 2026 menjadi ruang bagi pelajar tingkat SMP, SMA, SMK, dan MTs untuk menyampaikan kebutuhan, permasalahan, serta harapan mereka, baik di lingkungan sekolah maupun fasilitas umum.

Mengusung semangat “Muda Berani, Semangat Merah Putih Membara Membangun Kolaborasi”, kegiatan ini melibatkan Komunitas Literasi Rumah Besti’s (Bersama Literasi dan Inklusif Sosial) dan berlangsung di Perpustakaan Daerah Mentok.

Inisiator Rembuk Pelajar Bangka Barat 2026, Fakhrur Rozy, yang merupakan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan tingkat nasional dari Kepulauan Bangka Belitung sekaligus pendiri Rumah Besti’s, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Sejumlah pelajar bahkan berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.


Dalam rembuk tersebut, para peserta menuliskan secara langsung kebutuhan, persoalan, dan harapan mereka sebagai pelajar. Aspirasi yang terkumpul selanjutnya direncanakan untuk disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat sebagai bahan masukan.

Rozy menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dilakukan dengan cara yang santun dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan memiliki ruang untuk menyuarakan pandangan sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah seorang peserta, Andreas Matthew Simanjuntak, pelajar Santa Maria Mentok, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Perpustakaan Daerah Mentok telah menjadi ruang edukasi yang inklusif, mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan untuk berbagi wawasan dan gagasan.

Ia juga berharap pertemuan ini dapat menjadi awal bagi pengembangan kreativitas siswa serta mendorong hadirnya ruang belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan mampu mewadahi potensi generasi muda di Bangka Barat.

Melalui Rembuk Pelajar, aspirasi siswa diharapkan tidak berhenti sebagai catatan diskusi, tetapi dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan dalam memahami kebutuhan generasi muda dan mendukung pembangunan daerah.