PAUD Haryani Resmi Berdiri, Pemerintah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Pendidikan Usia Dini di Bangka Barat



Ketua Pokja Bunda PAUD Bangka Barat bersama Kabid GTK Disdikpora meresmikan Gedung PAUD Haryani di Kelurahan Keranggan, Mentok, (11/12)


Disdikpora — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat meresmikan Gedung PAUD Haryani di Kelurahan Keranggan, Mentok, (11/12/2025).Peresmian ini menandai komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam memperkuat layanan pendidikan usia dini yang aman, layak, dan ramah anak.

Bupati Bangka Barat, Markus, SH., yang dalam hal ini diwakili Kepala Bidang GTK Disdikpora, Henky Wibawa, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas berdirinya fasilitas pendidikan tersebut.

“Ini merupakan salah satu upaya memberikan layanan terbaik untuk menyiapkan generasi muda, menyiapkan sumber daya manusia sesuai dengan astacita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Henky.

Henky menegaskan bahwa sekecil apa pun langkah yang dilakukan dalam penyediaan layanan pendidikan usia dini akan berdampak pada pembangunan manusia di masa depan. Ia menyebut peresmian PAUD Haryani sebagai momen bersejarah yang diharapkan menjadi awal perkembangan layanan pendidikan yang lebih baik di Kelurahan Keranggan.


Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting karena usia 5–7 tahun adalah masa emas perkembangan. “Bila kita tidak menyiapkannya dengan sebaik-baiknya—pengetahuan, karakter, akhlak mulia—anak-anak bisa menghadapi kesulitan di jenjang berikutnya,” jelasnya.

Henky juga menjelaskan bahwa PAUD terdiri atas lembaga formal seperti TK, serta nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak. Seluruhnya melayani rentang usia tertentu dan memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak sebelum masuk sekolah dasar. Ia mengingatkan bahwa idealnya anak SD berusia minimal 7 tahun agar siap secara psikologis.

Melalui keberadaan PAUD, Henky berharap anak-anak dapat belajar bersosialisasi, mengenal teman, belajar berkelompok, serta memahami bagaimana menempatkan diri dalam lingkungan sosial.

“Pendidikan tidak lepas dari tiga pilar: keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Kami berupaya menyiapkan tenaga pengajar yang kompeten untuk mendampingi pembelajaran anak-anak,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pokja Bunda PAUD Bangka Barat, Hj. Rusmala Yusderahman, mengajak seluruh pihak menyukseskan Program Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah.

“Saya bangga dan terharu melihat semangat masyarakat Keranggan dalam menghadirkan layanan PAUD yang lebih dekat, lebih baik, dan lebih ramah bagi anak usia dini. Berdirinya PAUD ini adalah wujud nyata gotong-royong dan mimpi bersama untuk generasi emas Bangka Barat,” ujarnya.


Ia mengajak pendidik PAUD, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama merawat dan memperkuat keberadaan PAUD Haryani agar menjadi pusat pembelajaran yang menyenangkan dan memupuk rasa percaya diri anak.

Sementara itu, Lurah Keranggan, Kerynna Meithesya, S.STP, menjelaskan bahwa nama Haryani berarti “hari-hari melayani,” sebagai simbol komitmen pelayanan terbaik bagi anak-anak.

Ia menyebutkan bahwa pada tahap awal, dua guru akan mengajar meski standar idealnya membutuhkan dua belas pendidik. “Semoga PAUD Haryani tumbuh lebih baik ke depannya,” harapnya.

Acara peresmian turut dihadiri Pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten, Sekretaris Camat Mentok, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.