Festival Hari Jadi Kota Mentok ke-292, SD Muhammadiyah Mentok Hidupkan Budaya Lokal



Kabid Dikdas, Siemens Siloys, ST., memberikan sambutan.mewakili Kepala Dinas Dikpora Bangka Barat pada kegiatan Festival Seribu Kue dalam rangka hari jadi ke- 292 Kota Mentok di SD Muhammdiyah Mentok, Rabu (16/9).

Disdikpora — SD Muhammadiyah Mentok ikut menyemarakkan Hari Jadi Kota Mentok ke-292 dengan menggelar Festival Hari Jadi Kota Mentok selama empat hari, 16–19 September 2026.

Festival dikemas melalui berbagai perlombaan dan kegiatan yang mengenalkan siswa pada sejarah, seni, permainan, serta kuliner khas daerah. Tidak hanya siswa, guru dan orang tua turut terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah maupun kawasan pantai.

Pembukaan festival dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikpora Bangka Barat Siemens Siloys, S.T., Kepala Seksi Sekolah Dasar Ria Vardina, S.Pd., Kordik Kecamatan Mentok Tini Suryati, S.Pd., Camat Mentok Isfani, S.IP., Lurah Tanjung Gusti Indah, S.IP., M.AP., serta Ketua PDM Bangka Barat Sarbudiono, S.Pd., bersama unsur terkait lainnya.


Mewakili Kepala Disdikpora Bangka Barat, Siemens Siloys menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang memberi ruang kepada siswa untuk mengenal budaya dan sejarah daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat berjalan beriringan dengan proses pendidikan dan penguatan karakter peserta didik.

Pada hari pertama, festival diisi fashion show siswa kelas 1–3, lomba menggambar tempat bersejarah bagi siswa kelas 4–6, serta lomba menyanyi solo lagu Melayu yang dibagi dalam kategori kelas rendah dan kelas tinggi.

Hari kedua diisi Betason untuk siswa kelas 4–6. Perlombaan terdiri atas empat tantangan, yakni pengetahuan umum tentang Kota Mentok, membuat pantun, menebak nama kue tradisional, dan balap estafet kerite sorong. Guru juga ambil bagian melalui Betason Guru dengan tantangan menjawab soal, menebak lirik lagu, dan membuat pantun.

Pada hari ketiga, siswa mengikuti Lomba Cabut Belon serta lomba menyanyi solo lagu Melayu untuk kelas 4–6.

Rangkaian festival ditutup dengan kegiatan yang melibatkan lebih banyak unsur warga sekolah. Parade Hizbul Wathan di pantai dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih pantai. Siswa kemudian mengikuti lomba yel-yel Hizbul Wathan.

Sementara itu, paguyuban orang tua turut memeriahkan festival melalui lomba menghias tumpeng kue dengan mengenakan pakaian adat Melayu serta lomba memasak lempah kuning. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan kuliner daerah dan mempererat keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah Mentok menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Mentok ke-292 sebagai ruang belajar yang dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat. Siswa diajak mengenal daerahnya melalui sejarah, seni, permainan, kuliner, serta kepedulian terhadap lingkungan.