SMP Negeri 5 Mentok Gelar IHT, Perkuat Kompetensi Guru dan Transformasi Pembelajaran



Kegiatan In House Training (IHT) di SMP Negeri 5 Mentok, (29/4).

MENTOK – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangka Barat terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik. Salah satunya melalui kegiatan In House Training (IHT) yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Mentok pada 27–29 April 2026.

Kegiatan bertema “Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru SMP Negeri 5 Mentok melalui In House Training Transformasi Pembelajaran Mendalam, Koding KA, dan Revisi Kurikulum” ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Bangka Barat, Hengky Wibawa, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 5 Mentok, Kasni, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan IHT merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, yakni Priyo Sasmito dari KGTK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dra. Dwinita Apriani Rangkuti selaku pengawas satuan pendidikan.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Air Putih, Sulaiman, serta Ketua Komite Sekolah, Mulyati, sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan di daerah.


Dalam arahannya, Hengky Wibawa menekankan enam poin penting yang harus menjadi perhatian sekolah. Pertama, pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pengawasan ketat terhadap peserta didik. Kedua, pencegahan perundungan guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ketiga, perawatan sarana dan prasarana agar tetap layak dan menunjang proses pembelajaran.

Keempat, pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang harus sesuai petunjuk teknis dan dilakukan secara transparan. Kelima, pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan komite sekolah. Keenam, peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, khususnya dalam menghadapi transformasi pembelajaran, penerapan koding dan kecerdasan artifisial, serta perubahan kurikulum.

Selain itu, materi pelatihan dalam IHT meliputi kebijakan pendidikan daerah, pembelajaran mendalam dan koding kecerdasan artifisial, identifikasi peserta didik dan pembelajaran kokurikuler, serta penyelarasan visi, misi, dan revisi kurikulum sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan SMP Negeri 5 Mentok mampu terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, transparan, dan berkarakter, sekaligus menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.