Pelatihan Wirausaha Muda Bangka Barat Tahun 2025



Pelatihan Wirausaha Muda tahun 2025 di ruang rapat Hotel Yasmin Star Mentok, Kamis (18/9)

Mentok, 18 September 2025 – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangka Barat menggelar Pelatihan Wirausaha Muda tahun 2025 di ruang rapat Hotel Yasmin Star Mentok. Kegiatan ini diikuti 36 peserta dari Kecamatan Mentok dan Simpang Teritip dengan sasaran pemuda berusia 18–30 tahun.

Pelatihan dibuka oleh Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora, Mailan, dan menghadirkan tiga narasumber, yakni Bambang Haryo Suseno, SH., M.Ec.Dev. (Sekretaris Disbudpar Bangka Barat/mentor ekonomi kreatif), Risdian (BPC HIPMI Bangka Barat), serta Fakhrur Rozy (alumni Program Wirausaha Muda).


Bambang Haryo dalam paparannya menekankan pentingnya generasi muda mengenali potensi kekayaan daerah sebagai warisan dan modal mengembangkan usaha, mulai dari sektor pariwisata seperti kekayaan sejarah, event budaya,  kuliner lokal, hingga warisan budaya lainnya yang sayang untuk ditinggalkan. Ia menilai geliat anak muda di sektor ekonomi kreatif masih rendah sehingga perlu dorongan untuk memaksimalkan ide-ide segar dan inovatif.

“Produk kreatif yang lahir dari tangan pemuda akan menciptakan peluang sekaligus membuka pasar tenaga kerja baru,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan pemasaran digital. Diharapkan wirausaha muda di Bangka Barat dapat memaksimalkan produk-produk lokal dengan mengenali produk, menganalisis konsumen, kompetitor usaha, memahami konsep dan teknik promosi digital marketing secara efektif.

Senada, Fakhrur Rozy, alumni program wirausaha muda Kemenpora RI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan sesuai harapan. Harapannya, para peserta dapat menjadi pelopor lapangan kerja, khususnya di bidang ekonomi kreatif berbasis lokal,” ungkapnya.

Pelatihan ini juga menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dengan mendorong pengembangan sektor sekunder (industri pengolahan) dan tersier (jasa/ekonomi kreatif). Dengan SDM muda yang kreatif dan inovatif, Bangka Barat diharapkan mampu menghadirkan skema perekonomian baru yang berkelanjutan.